Bocah Autis 13th Lebih Pintar dari Einstein
Seorang anak laki-laki 13th memiliki IQ lebih tinggi dari Einstein dan mampu mengembangkan teori relativitasnya sendiri.
Anak-anak autis dipercaya memiliki tingkat kepintaran di atas rata-rata. Maka dari itu, diperlukan perlakuan khusus untuk membimbing mereka.
Adalah seorang bocah ajaib bernama Yakub Barnet yang konon memiliki IQ 170, lebih tinggi dari Albert Einstein yang hanya memiliki IQ 160 (indystar.com).
Suatu ketika ibunya, Kristine
Barnett (36th) mendengar Yakub berbicara sendiri, mengatakan hal-hal
yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan tingkat tinggi. Ia segera
mengambil handycam dan merekam semua kejadian tersebut kemudian mengirim
video amatirnya ke sebuah perguruan terkenal Institute of Study Advance
di Princeton.
Bocah yang sedari kecil sudah
dikategorikan sebagai anak autis ini akhirnya membuat beberapa profesor
matematika bergelar PHD tercengang, ketika mengetahui Yakub belajar
secara otodidak (belajar sendiri) mata pelajaran yang tergolong susah
bagi anak-anak sepantarannya, seperti aljabar, geometri, kalkulus dan
trigonometri.
Yang lebih mencengangkan, saat
ini Yakub sedang memulai proyek paling ambisius, yaitu mengembangkan
sendiri teori relativitas milik Einstein.
Seorang profesor dari Lembaga
Astrofisika bernama Scott Tremaine berkomentar, “Saya terkesan dengan
pengetahuan fisika yang dimilikinya sejauh ini, di mana Yakob telah
berhasil memecahkan soal-soal paling sulit dalam astrofisika dan teori
fisika. Dia layak untuk menerima hadiah Nobel!”
Sementara
kedua orang tuanya sempat merasa takut ketika Yakub tidak bisa
berbicara hingga usianya yang kedua. Namun ketika beranjak lebih dewasa,
mereka akhirnya mensyukuri betapa dia memiliki karunia khusus.
Di usianya ke tiga, Yakub telah
memecahkan 5000 teka-teki, dia bahkan sudah mulai mempelajari peta dunia
sekaligus hafal dengan plat nomer kendaraan dari berbagai tempat.
Di usianya yang ke 8, ia telah
meninggalkan sekolah tinggi dan masuk di Universitas Indiana mengambil
jurusan Astrofisika. Kehadirannya di kelas membuat siswa lainnya yang
berumur di atas 18 tahun, tercengang. Beberapa dari mereka sering
meminta bantuan untuk mengerjakan PR yang rumit.
Kita tunggu saja perkembangan hasil pengembangan teori relativitas ala Yakub Barnet.







0 komentar:
Posting Komentar